
SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta Gelar Kampanye Zero Bullying: Bersama Yayasan Kakak, Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Surakarta, 7 Februari 2025 – SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta menggelar kegiatan kampanye Zero Bullying yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Yayasan Kakak, sebuah organisasi yang fokus pada perlindungan anak, dan menghadirkan Mas Afiq Putra sebagai narasumber yang inspiratif.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan antusias. Mas Afiq Putra, yang dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap isu-isu anak, menyampaikan materi tentang bullying dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Beliau menjelaskan berbagai jenis bullying, dampak negatifnya bagi korban, serta pentingnya peran siswa dalam mencegah dan mengatasi bullying.
“Bullying tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga dapat merusak mental dan emosional korban. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying,” ujar Mas Afiq Putra.
Selain itu, tim dari Yayasan Kakak juga memberikan edukasi tentang bagaimana cara melaporkan kasus bullying, serta memberikan dukungan kepada korban bullying. Mereka juga menekankan pentingnya peran aktif siswa dalam menciptakan budaya sekolah yang positif dan inklusif.
Kepala Sekolah SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta, Veronika Etyk Kristianti, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
“Kami ingin siswa-siswi merasa aman dan nyaman di sekolah. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk bullying. Kami berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya bullying, serta mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif,” ujar Veronika Etyk Kristianti, S.Pd.
Kegiatan kampanye Zero Bullying ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain:
- Sosialisasi tentang Bullying: Siswa diberikan pemahaman tentang apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dan dampaknya.
- Diskusi Kelompok: Siswa berdiskusi tentang pengalaman mereka terkait bullying, serta mencari solusi untuk mencegah dan mengatasi bullying.
- Simulasi: Siswa melakukan simulasi tentang bagaimana cara menghadapi situasi bullying.
- Ikrar Petisi: Siswa berikrar petisi yang berisi komitmen mereka untuk tidak melakukan bullying dan mendukung upaya pencegahan bullying.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang positif dari para siswa. Mereka merasa senang karena sekolah memberikan perhatian yang besar terhadap isu bullying.
“Kami jadi lebih paham tentang bullying dan bagaimana cara menghadapinya. Kami juga jadi lebih berani untuk melaporkan jika melihat ada teman yang menjadi korban bullying,” kata salah satu siswa.
Kegiatan kampanye Zero Bullying di SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Dengan kerja sama antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat, diharapkan bullying dapat dihilangkan dari lingkungan sekolah, sehingga siswa dapat belajar dan berkembang dengan optimal.
